Rabu, 28 Mei 2014

TEORI KONFLIK DAHRENDORF, COSER, COLLINS



TEORI KONFLIK
A.      Pengantar
Manusia tak selamanya hidup dalam keadaan dan situasi yang harmonis tanpa adanya ketegangan atau konflik. Konflik akan selalu ada dalam kehidupan masyarakat, kapanpun dan dimanapun konflik dapat muncul. Dalam kehidupan masyarakat antara orang yang satu dengan orang yang lain tak satupun yang memiliki kesamaan yang persis, dalam artian pasti memiliki perbedaan. Masing-masing lahir, disosialisasikan, dan memiliki sejarah sendiri-sendiri.
Konflik secara etimologis berasal dari bahasa Latin yaitu con yang artinya bersama dan fligere yang artinya tabrakan atau benturan. Jadi, konflik sosial berarti benturan atau tabrakan yang terjadi setidaknya antara dua pihak atau lebih baik benturan keinginan, pendapat, kepentingan, dan lain sebagainya. Seperti yang telah dikemukakan diatas bahwa tak seorangpun dalam masyarakat yang memiliki persamaan yang persis. Diantara mereka akan ada perbedaan yang dapat berupa perbedaan sosial, ekonomi, politik, budaya, dan lain sebagainya. Kepentingan, kemauan, tujuan, kehendak manusiapun berbeda-beda. Perbedaan-perbedaan inilah yang dapat menimbulkan konflik dan ketegangan. Konflik dapat bersifat positif dan negatif tergantung bagaimana masyarakat menyikapi konflik itu sendiri. Jadi, yang terpenting adalah bukan cara menghilangkan perbedaan dan konflik, akan tetapi bagaimana kita menyikapi dan menyelesaikannya.
Teori konflik sendiri merupakan salah satu perspektif dalam teori sosiologi yang memandang masyarakat yang baik dan sehat adalah masyarakat yang terdapat konflik didalamnya. Masyarakat terdiri dari bagian-bagian atau komponen-komponen yang memiliki kepentingan-kepentingan yang berbeda-beda. Tokoh-tokoh klasik teori konflik yaitu Karl Marx dan Max Weber, sedangkan yang akan dibahas adalah fenomena konflik dilihat berdasarkan teori konflik dari tokoh-tokoh seperti Ralf Dahrendorf, Lewis Coser, dan Randal Collins.
B.      Permasalahan/Rumusan Masalah
Bagaimanakah konflik-konflik sosial yang terjadi dalam masyarakat jika dilihat dari perspektif teori konflik ?

C.      Pembahasan
1.      Teori Konflik Ralf Dahrendorf
Teori konflik muncul sebagai reaksi atas teori fungsionalisme struktural. Menurut Dahrendorf, jika fungsionalisme struktural memandang masyarakat selalu dalam kondisi yang seimbang, teratur, dan statis maka berbeda dengan teori konflik yang memandang masyarakat itu dinamis dan penuh konflik (Ritzer, 2008 : 282). Jadi, teori konflik menjelaskan apa yang telah diabaikan oleh fungsionalisme struktural yaitu tentang konflik dan perubahan. Memang dalam kehidupan masyarakat sehari-hari tidak selamanya harmonis dan selalu dalam keadaan equilibrium, ada konflik baik antar indivudu, antarkelompok, maupun individu dengan kelompok.
Teori konflik Dahrendorf ini mengkritik teori Marx yaitu tentang masyarakat tanpa kelas yang dianggap tidak dapat diuji dan diverifikasi karena dalam kehidupan sosial masyarakat tanpa kelas tidak pernah ada. Selain itu, terjadi perubahan dalam kapitalisme. Pertama, dekomposisi kapital yaitu ada semacam penggolongan dalam kelas borjuis, contohnya dalam perusahaan ada pemilik saham dan ada manajer perusahaan. Kedua, dekomposisi buruh atau pekerja yaitu kaum buruh tidak lagi bersifat homogen namun heterogen ada yang mempunyai keterampilan, ada yang tidak, dan ada yang berketerampilan semi. Ketiga, adanya new middle class yaitu masyarakat menengah baru. Keempat, mobilitas sosial yang meningkat. Kelima, hak-hak politik warga negara yang diperbaiki. Keenam, adanya pelembagaan konflik kelas contohnya seperti pengakuan hak-hak buruh untuk mogok kerja.
Dahrendorf sendiri tidak jelas dalam posisi teoritisnya. Menurut Dahrendorf, teorinya adalah modifikasi teori Marx (Poloma, 1987 : 131). Jadi, ketidakjelasan tersebut apakah posisi teoritisnya Marxian atau bukan, karena teorinya setengah penolakan dan setengah penerimaan.
Dahrendorf menganggap masyarakat memiliki wajah ganda yaitu konsensus dan konflik, keduanya dapat dibedakan namun tidak mungkin dipisahkan. Tidak ada konflik jika sebelumnya tidak terjadi konsensus. Contohnya dua orang yang berkonflik sebelumnya pasti telah berinteraksi, dua orang tersebut tidak akan berkonflik jika sebelumnya tidak ada kontak diantara mereka.
Dalam masyarakat terdapat asosiasi-asosiasi seperti partai, industri, negara dan lain-lain. Dahrendorf membagi dua kelas dalam setiap asosiasi yaitu kelas yang memiliki otoritas dan tidak memiliki otoritas. Otoritas atau kewenangan merupakan hak yang sah untuk memerintah orang lain. Otoritas melekat pada jabatan dan posisi, bukan pada diri individu. Contohnya Joko Widodo sebagai gubernur DKI Jakarta memerintah para pegawai di lingkungan pemprov DKI. Bukan seorang Jokowi yang memerintah, tetapi jabatannya sebagai gubernurlah yang memerintah. Otoritas tersebut melekat pada jabatan gubernurnya bukan pada diri individu yaitu Jokowi. Jika Jokowi tidak menjabat sebagai gubernur maka ia tidak berwenang untuk memerintah, yang berwenang adalah gubernur. Jadi, jabatan gubernurlah yang membuat Jokowi berwenang.
Konflik dapat muncul karena distribusi kewenangan yang tidak merata. Ada mereka yang memiliki kewenangan dan tidak, konflik akan timbul karena dua kelas tersebut memiliki kepentingan yang berbeda. Mereka yang memiliki kewenangan akan berusaha mempertahankan kewenangannya dan tetap dominan. Sedangkan mereka yang tidak memiliki kewenangan akan berusaha membuat perubahan dengan cara menentang dan berjuang mengubah ketidakwenangannya menjadi berwenang.
Dahrendorf juga mengemukakan adanya kelompok semu, kelompok manifes, kelompok kepentingan, kepentingan semu, kepentingan manifes. Kelompok semu merupakan kelompok dengan kepentingan semu atau laten. Saat kelompok semu tersebut mengembangkan kesadarannya menjadi kelompok manifes. Kelompok kepentingan atau interest groups melakukan perlawanan untuk memperjuangkan kepentingannya.
Contoh situasi konflik saat pemerintah mengubah pasar tradisional dengan membangun pasar yang lebih modern dan merelokasi pedagang pasar tradisional. Sesuai teori Dahrendorf, terdapat dua kelas yaitu kelompok yang tidak memiliki kewenangan, dalam hal ini para pedagang pasar dan kelompok yang memiliki otoritas yaitu pemerintah. Terjadi konflik dimana para pedagang menolak rencana pemerintah tentang pasar modern karena berbagai alasan. Awalnya mungkin hanya sebagian kecil pedagang yang merasa kebijakan tersebut kurang adil, namun kemudian para pedagang bersatu dan ada juga Asosiasi Pedagang Seluruh Indonesia untuk melakukan perlawanan dengan cara demonstrasi. Dengan adanya demostrasi tersebut maka pemerintah dan para pedagang melakukan perundingan untuk menyelesaikan konflik yang terjadi.
2.      Teori Konflik Lewis Coser
Konflik sering dianggap sebagai penyebab perubahan sosial. Lewis Coser memiliki pendapat yang berbeda bahwa konflik tak sepenuhnya negatif. Konflik dapat menimbulkan ketidakstabilan dan atau kehancuran, akan tetapi di sisi lain terdapat fungsi dari konflik sosial tersebut.
Konflik memiliki beberapa fungsi positif. Menurut Poloma, fungsi positif tersebut terlihat pada kelompok yang sedang berkonflik dengan kelompok lain (1987 : 108). Jadi, fungsi konflik dalam kehidupan sosial dapat dilihat pada konflik antara kelompok dengan out group. Coser melihat konflik dapat berfungsi untuk mempertahankan keutuhan kelompok, fungsi konflik tersebut antara lain pertama, konflik suatu kelompok dengan kelompok lain dapat membuat kelompok tersebut semakin kuat solidaritasnya, anggota-anggota dalam kelompok tersebut semakin solid, kuat, dan bersatu dalam menghadapi ancaman dari luar. Contohnya kelompok A berkonflik dengan kelompok B, dalam menghadapi konflik dengan kelompok B anggota kelompok A semakin memperkuat rasa solidaritasnya, begitu juga kelompok B.
Kedua, solidaritas yang telah dijelaskan pada poin pertama dapat menimbulkan aliansi-aliansi suatu kelompok dengan kelompok lainnya. Contohnya Indonesia memiliki konflik dengan Malaysia, dengan begitu Indonesia menjalin hubungan yang erat dengan Australia. Jika konflik dapat diselesaikan, kemungkinan ikatan hubungan Indonesia dengan Australia menjadi kendur. Ketiga, anggota-anggota kelompok yang dulunya pasif bisa menjadi lebih aktif dengan adanya konflik. Contohnya, saat orde baru banyak menuai protes terdapat tokoh yang awalnya tidak kenal akhirnya tampil di depan untuk ikut serta dan menjadi lebih aktif. Keempat, fungsi konflik untuk komunikasi. Contohnya saat suatu kelompok berkonflik dengan kelompok lain maka anggota-anggota kelompok akan merundingkan apa yang akan dilakukan dan bagaimana mereka harus menyikapi dan menyelesaikan konflik tersebut.
Konsep lain yang dikemukakan Coser adalah Savety Valve atau katup penyelamat. Lembaga savety-valve dapat berfungsi untuk mengatur konflik. Contohnya dalam memberantas korupsi terdapat suatu lembaga yaitu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), lembaga KPK ini terdiri dari pihak-pihak yang netral. Contoh lain adalah badan perwakilan mahasiswa.
Ada juga konflik realistis dan konflik non realistis. Konflik realistis sumbernya konkret contohnya karyawan yang mogok kerja dan melawan manajemen masalah gaji. Sedangkan, konflik non realistis cenderung bersifat ideologis, contohnya seseorang yang memiliki konflik dengan orang dan melakukan balas dendam dengan ilmu ghaib.
3.      Teori Konflik Randal Colllins
Collins merupakan tokoh teori konflik yang lebih menyukai teori yang bersifat mikro dan berada pada level individu. Ia sendiri tidak menganggap konflik itu baik ataukah buruk, ia lebih melihat konflik sebagai sebuah proses yang sentral dalam kehidupan sosial manusia. Iapun menganalisis teori stratifikasi sosial Marx dan Weber, kemudian mengemukakan teori konflik stratifikasi miliknya sendiri.
Konflik dapat terjadi dalam lingkup keluarga. Menurut Collins, laki-laki dianggap lebih dominan daripada perempuan (Ritzer, 2008 : 291). Dalam keluarga, relasi antara suami dan istri dianggap dapat menimbulkan konflik. Suami dianggap mendominasi istri. Suami dianggap berkuasa atas istri dan anak-anaknya. Konflik yang terjadi antara suami istri dapat digambarkan dengan banyaknya kasus kekerasan dalam rumah tangga yang dilakukan suami terhadap istrinya.
Konflik juga dapat terjadi antar generasi. Orang dewasa dan anak-anak muda dapat berkonflik dimana orang dewasa merasa memiliki sumber daya yang lebih dibandingkan dengan anak-anak muda seperti pengalaman. Contoh konflik antar generasi juga dapat dilihat dalam lingkup keluarga seperti orang tua yang otoriter melarang anaknya bepergian ke suatu tempat.

D.     Kesimpulan
Konflik adalah hal yang nyata dalam kehidupan sosial masyarakat. Konflik sosial dapat terjadi pada siapa saja, kapan saja, dimana saja, dengan berbagai alasan dan sebab, dan juga beragam. Konflik sosial dalam masyarakat dapat dianalisis dengan pendekatan teori konflik dari beberapa tokoh yaitu Ralf Dahrendorf, Lewis Coser, dan Randal Collins.
Dahrendorf melihat konflik karena masalah otoritas yang berbeda, ada yang memiliki otoritas ada yang tidak atau belum memiliki otoritas sehingga konflik terjadi antara dua kelas tersebut . Kemudian Dahrendorf juga mengemukakan adanya kelompok semu, kelompok manifes, kelompok kepentingan, kepentingan laten, kepentingan manifes. Coser sendiri lebih melihat fungsi positif konflik bagi masyarakat. Konflik dapat berfungsi untuk komunikasi, mempererat hubungan dalam kelompok, menimbulkan aliansi, dan membuat anggota-anggota masyarakat lebih berperan aktif. Tokoh terakhir yaitu Collins yang mengembangkan teori konflik yang lebih integratif dengan analisis level mikro. Ia membahas konflik yang terjadi antara laki-laki dan perempuan serta antara generasi muda dan generasi tua.

DAFTAR PUSTAKA
Poloma, Margaret M. 1987, Sosiologi Kontemporer, Cetakan ke-2, Penerbit CV Rajawali, Jakarta.
Ritzer, George dan Douglas J. Goodman. 2008, Teori Sosiologi : Dari Teori Sosiologi Klasik Sampai Perkembangan Mutakhir Teori Sosial Postmodern, Cetakan ke-1, Kreasi Wacana Offset, Bantul.
_______ . 2007, Teori Sosiologi Modern, Cetakan ke-4, Penerbit Kencana Prenada Media Group, jakarta.
Reader Bahan Bacaan Teori Sosiologi Modern, Lab. Sosiologi.

Kamis, 10 April 2014

SISTEM EKONOMI INDONESIA


Sistem ekonomi Indonesia saat ini adalah sistem ekonomi campuran yang cenderung kapitalis. Sudah tepatkah pemerintah menerapkan seperti itu ?
Setiap negara pasti memiliki sistem perekonomian karena tanpa adanya sistem maka suatu negara akan sulit menentukan arah dalam mengatur perekonomian mereka. Negara kita Indonesia menganut sistem ekonomi campuran yang merupakan kombinasi dari sistem ekonomi kapitalis dan sistem ekonomi sosialis. Namun sistem ekonomi Indonesia sekarang mengalami pergeseran dan lebih cenderung ke arah kapitalis. Tentunya sistem ekonomi seperti itu belum tepat diterapkan di Indonesia.
 Sistem ekonomi campuran berarti perpaduan antara peranan pemerintah/negara dan peranan pasar, tetapi tampaknya mayoritas kebijakan pemerintah didominasi oleh kutub kapitalisme-liberal dan semakin mengarah pada open market democrachy. Sistem ekonomi Indonesia yang cenderung ke arah sistem kapitalis saat ini belum tepat diterapkan karena kaum pemodal akan semakin berkuasa, sumber daya alam dieksploitasi secara besar-besaran tanpa memikirkan efek jangka panjang, terjadi kesenjangan sosial yang tinggi, yang kuat semakin kuat dan yang lemah juga akan semakin lemah, yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin miskin, banyaknya pengangguran, dan lain sebagainya.
Kapitalisme memang menyuburkan industrialisme. Tetapi industrialisme dapat menumpulkan nurani. Manusia menjadi barang komoditi yang harganya akan semakin murah karena tergantikan oleh mesin-mesin industri, ini akibat dari perkembangan teknologi yang pesat dan jika tenaga manusia tergantikan mesin maka dapat menghemat biaya tenaga kerja sehingga keuntungan yang didapat akan lebih besar. Manusia akan semakin kehilangan fungsi, dikerdilkan dan nantinya menjadi rongsokan-rongsokan tak berarti. Kehidupan akan semakin gemerlap oleh derap mesin-mesin, tapi bersamaan dengan itu semakin kelam dan suram oleh banyaknya masyarakat miskin.
Harga barang melambung, tuntutan hidup semakin tinggi sementara tenaga kerja semakin tak berharga. Maka kehancuran tak terelakkan. Persaingan sengit mengundang permusuhan, permusuhan membuahkan perpecahan, dan perpecahan menyulut peperangan. Dan chaos adalah hasil pasti dari proses itu.
Sistem ekonomi Indonesia yang cenderung kapitalis ditandai dengan modal asing yang semakin deras masuk ke Indonesia serta banyak BUMN dan BUMD yang telah diprivatisasi. Privatisasi adalah proses pengalihan kepemilikan dari milik umum menjadi milik pribadi. Istilah lain dari privatisasi adalah denasionalisasi. Secara teori, privatisasi membantu terbentuknya pasar bebas, mengembangkan kompetisi kapitalis yang oleh para pendukungnya dianggap akan memberikan harga yang lebih kompetitif kepada publik. Secara ideologi, privatisasi berarti meminimalisir tugas negara, sehingga peran negara dan swasta menjadi tidak balance. Usaha-usaha vital yang menguasai hajat hidup orang banyak akan dikuasai oleh para kapitalis, begitu juga kebijakan-kebijakan yang diambil oleh Pemerintah akan banyak dipengaruhi oleh para kapitalis, dan  nasib rakyat akhirnya ditentukan oleh para kapitalis sesuai dengan kehendaknya. Dan semua ini bertentangan dengan jiwa bangsa kita dan ideologi negara Pancasila.
Dalam sistem kapitalis tentu si pemilik modallah yang berkuasa, sedangkan si pemilik modal sendiri menjadikan para buruhnya sebagai mesin untuk menghasilkan keuntungan yang besar sehingga mereka hanya fokus pada untung, untung, dan untung. Pola dan prinsip sistem kapitalis dapat menyebabkan krisis seperti liberalisasi atau swastanisasi sumber daya alam, sistem perbankan dengan suku bunga, berkembangnya sektor riil, dan hutang luar negeri yang menjadi tumpuan pembiayaan pembangunan.
Di sektor non riil diperdagangkan mata uang, surat berharga,saham, dan lainnya. Sektor ini terus tumbuh dan membesar tetapi segala transaksinya tidak berpengaruh langsung pada sektor riil (sektor barang dan jasa). Pertumbuhan yang ditopang sektor ini akhirnya menjadi pertumbuhan semu. Secara angka ekonomi tumbuh tapi tidak berdampak pada perekonomian secara riil dan perbaikan taraf ekonomi masyarakat.
Sedikit gambaran tentang perekonomian Indonesia, tahun 2009 pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 4,1%, pada awal tahun 2011 pertumbuhan ekonomi nasional sempat menyentuh rekor 6.9% secara year on year, berkat booming dua komoditas sekaligus, yakni batubara dan CPO, dan pertumbuhan ekonomi hingga terakhir menjadi hanya 5.8% pada Kuartal I 2013.
Sementara itu sumber daya alam dikelola dengan cara diliberaliasasi dan privatisasi. Akibatnya, hampir sebagian besar SDA dikuasai oleh swasta, terutama asing, khususnya sumber energi. Menurut BPK, perusahaan asing menguasai 70 persen pertambangan migas, 75 persen tambang batu bara, bauksit, nikel, dan timah, 85 persen tambang tembaga dan emas, serta 50 persen perkebunan sawit. Kondisi ini menyebabkan mahalnya bahan bakar minyak yang juga menyebabkan terjadinya inflasi.
Alasan lain sistem ekonomi Indonesia yang cenderung kapitalis belum cocok diterapkan adalah memunculkan kesenjangan atau ketimpangan sosial seperti munculnya kesenjangan keseimbangan dalam distribusi antara individu dan sarana-sarana produksi hanya akan terkumpul pada satu kelompok. Hal ini menyebabkan masyarakat terbagi dalam dua kelompok yaitu kelompok masyarakat kaya dan masyarakat miskin. Angka pengangguran menjadi tinggi dan angka kriminalitaspun meningkat.
Sistem ekonomi kapitalis adalah suatu perilaku kegiatan ekonomi manusia yang pada umumnya berdasarkan pada kepentingan, keegoisan, tanpa perlu memikirkan orang lain untuk mendapatkan harta ataupun keuntungan sebanyak-banyaknya. Sistem ekonomi kapitalis memang mendorong masyarakat untuk bekerja dengan giat bahkan sangat giat. Namun sejatinya pada sistem ini masyarakat dibimbing untuk memperoleh kekayaan dengan cara apapun seperti persaingan tidak sehat. Sistem ekonomi kapitalis  telah sering menyebabkan krisis-krisis pada dunia. Akibat dari krisis tersebut bukan hanya berdampak bagi negara penganut sistem ini, namun bagi negara yang tidak berpenganut sistem inipun terkena imbasnya juga.
Sistem yang cenderung ke kapitalis memang memiliki beberapa kelebihan diantaranya sebagai berikut :
1.      Menumbuhkan inisiatif dan kreasi masyarakat dalam mengatur kegiatan ekonomi.
2.      Setiap individu bebas memiliki sumber-sumber produksi.
3.      Munculnya persaingan untuk maju.
4.      Barang yang dihasilkan bermutu tinggi, karena barang yang tidak bermutu tidak akan laku di pasar.
5.      Efisiensi dan efektivitas tinggi karena setiap tindakan ekonomi didasarkan atas motif mencari laba.
Namun sistem ekonomi kapitalis juga memiliki kelemahan sebagai berikut:
1.      Sulitnya melakukan pemerataan pendapatan.
2.      Cenderung terjadi eksploitasi kaum buruh oleh para pemilik modal.
3.      Munculnya monopoli yang dapat merugikan masyarakat.
4.      Sering terjadi gejolak dalam perekonomian karena kesalahan.
5.      Alokasi sumber daya oleh individu.
Lantas apa bahaya dari kapitalisme? Bahaya sistem kapitalisme antara lain sebagai berikut :
1.       Prinsip permintaan-penawaran bisa dikendalikan oleh sekelompok Invisible Hands dgn modal luar biasa besar.
2.       Pasar bisa dibikin panik oleh permainan pasokan.
3.       Tidak ada yang bisa kendalikan pasar kecuali pemodal besar.
4.       Pemodal besar pada sektor bisnis yg sama akan matikan pemodal kecil satu persatu.
5.       Investasi pemodal bermental spekulan bisa mengancam mata uang negara manapun dan ini bisa menghancurkan kesejahteraan global. Krisis Asia tahun 1998 adalah bukti kuat tentang ini.
6.       Jurang kaya-miskin akan makin melebar bukannya makin merata sebab bisnis si kecil tidak bisa eksis oleh pemodal dengan harga diskon ditiap swalayan, supermarket dan ditingkat produsen mungkin ongkos produksi bisa ditekan lebih besar dengan produksi massal, maka produsen besar bisa membuat gulung tikar produsen kecil dan perusahaan mini bubar maka yang terjadi adalah pengangguran dan kemelaratan.
7.       Efisiensi yg merupakan proses produksi ala kapitalisme akan berujung program padat modal daripada padat karya, mesin-mesin yang terus menerus diperbarui akan jauh lebih baik, lebih murah daripada pekerja-pekerja yg merengek-rengek minta kenaikan upah, tunjangan, kesehatan, dan lain sebagainya. Maka mesin akan lebih bernilai dibanding manusia, mesin tidak pernah mengeluh, tidak pernah minta istirahat dan tidak pernah cuti terkecuali operatornya mematikan mesin tersebut. Maka manusia akan tersingkir sedikit demi sedikit dan yang dominan adalah pasti adalah mesin dan nanti robot artificial intelligence.

Kamis, 06 Maret 2014

SARANG BURUNG WALET GUA KARANG BOLONG : KOMODITI ANDALAN KABUPATEN KEBUMEN

BAB I
PENGANTAR
1.      Prolog
Kebumen adalah sebuah kabupaten di provinsi Jawa Tengah yang memiliki moto Bhumi Tirta Prajamukti atau Kebumen Beriman. Beriman maksudnya adalah Bersih, Indah, dan Manfaat. Selain pertanian dan industri berbasis pertanian, Kebumen mempunyai potensi tambang dan pariwisata yang menjanjikan. Objek wisata di daerah Kebumen antara lain ada Gua Jatijajar, Gua Petruk, Benteng Van Der Wijk, Waduk Sempor, Pantai dan Gua Karangbolong, dan masih banyak yang lainnya.
Lambang Kabupaten Kebumen adalah burung walet atau lawet. Burung walet dalam lambang tersebut berkaitan erat dengan potensi Kebumen yaitu sebagai penghasil sarang burung walet. Kebumen dikenal sebagai penghasil sarang burung walet di Gua Karangbolong, Gua Pasir, dan Gua Karangduwur. Burung walet merupakan ciri khas Kebumen dan hasil sarang burung walet pernah menjadi primadona pendapatan daerah. Bahkan di tengah kota Kebumen terdapat sebuah tugu yang diberi nama Tugu Lawet (Walet) dengan ketinggian sekitar 15 meter untuk mengabadikan ‘ikon’ Kebumen ini.

2.      Profil Komoditas Sarang Burung Walet
Burung Walet merupakan salah satu burung pemakan serangga yang bersifat aerial, suka meluncur, mempunyai kebiasaan berdiam di gua-gua. Jenis usaha budi daya walet ini, produknya yang  terkenal dan menjadi komoditi andalan adalah sarang. Sarang burung walet sebenarnya yang dihasilkan dari ludah burung walet. Sarang tersebut memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi, bahkan merupakan komoditas ekspor yang bernilai tinggi. Sarang burung walet harganya cukup mahal, dan banyak dikonsumsi untuk kesehatan.
Keberadaan walet di gua Karangbolong sudah ratusan tahun dan sudah tersohor sejak awal abad ke-17. Di Kebumen tepatnya di Gua Karangbolong, sarang burung walet dikelola masyarakat setempat secara turun temurun dengan mengedepankan kearifan lokal. Pemanenan dilakukan secara periodik dan sebelum dilakukan pemanenan diadakan ritual meminta keselamatan. Burung walet merupakan komponen yang sangat berguna bagi pembangunan ekonomi kerakyatan. Dengan hasil dari air liur burung walet ini dapat mencukupi sebagian warga desa Karang Bolong, Kebumen, dan menjadi salah satu pemasok pendapatan daerah yang cukup besar bagi kota Kebumen. Namun, tiap tahun sarang burung walet yang diunduh  dari gua Karangbolong terus mengalami penurunan.
BAB II
PEMBAHASAN
1.      Karakteristik dan Manfaat Burung Walet
a.       Karakteristik Burung Walet
        Burung walet adalah burung yang memiliki ciri-ciri berwarna gelap, berukuran kecil atau sedang, mempunyai sayap yang sempit dan runcing, mempunyai kecepatan terbang yang cukup tinggi. Kaki dan paruhnya sangat kecil, bentuk matanya bulat dan cekung, ekornya bercabang dua yaitu berbentuk persegi atau persegi panjang. Walet termasuk burung yang senang bersarang di tempat-tempat yang gelap dan lembab contohnya di gua-gua. Hal tersebut berkaitan dengan kemudahan burung walet untuk mengeluarkan liur yang nantinya liur tersebut dapat menghasilkan sarang.
        Normalnya, burung walet mengalami masa kawin dua kali setahun. Burung walet memiliki satu karakteristik unik yang disebut ekolokasi. Ekolokasi yaitu kemampuan si burung walet untuk mengeluarkan suara berfrekuensi tertentu secara terputus-putus, kemudian menangkap kembali pantulan suara tersebut untuk menentukan jarak dan letak suatu benda.
b.      Manfaat Sarang Burung Walet
Bagi manusia sendiri burung walet sangat bermanfaat. Sarang yang dihasilkannya harganya mahal sehingga bisnis sarang walet dianggap cukup menjanjikan. Selain itu, sarang walet dapat dikonsumsi, rasanya cukup lezat contoh produknya adalah berupa sup sarang burung walet. Ia berguna juga bagi kesehatan karena menurut para ahli sarang walet dapat merangsang pertumbuhan dan pembelahan sel tubuh manusia, mampu meningkatkan kekebalan tubuh, dan mampu mencegah flu burung. Sarang burung walet terdiri atas karbohidrat, asam-asam amino, dan garam-garam mineral. Diantara karbohidrat didalamnya adalah asam sialik (9%) berguna untuk perkembangan syaraf dan intelektual anak.
Sarang walet sebagai food supplement yaitu ibarat multivitamin. Asupan sarang walet akan menstimulus kinerja organ-organ tubuh lebih baik dan kekebalan tubuhpun meningkat. Mineral-mineral sarang burung walet sangat manjur untuk mendukung aktivitas tubuh. Khasiat sarang burung walet diantaranya dapat melancarkan saluran pencernaan, menyembuhkan batuk dan dahak, dan mengurangi efek negatif nikotin (bagi perokok).

2.        Sarang Burung Walet di Gua Karangbolong
a.       Warga Desa Karangbolong sebagai Pengunduh Sarang Burung Walet Karangbolong
Sarang burung walet merupakan komoditi andalan kabupaten Kebumen. Akan tetapi nasib para pengunduhnya tidak selalu mujur. Padahal mereka yang menantang nyawa demi memanen sarang burung walet. Selain menjadi sikep (pengunduh sarang burung walet), mereka juga menjadi gandek  (menjaga gua-gua). Tentang tugas jaga, para sikep melakukan piket bergantian. Mereka berangkat pagi, mendaki bukit Karangbolong, lalu tidur di pos. Demikianlah tugas pekerja pengunduh yang sangat berat. Menjadi pengunduh sarang burung walet dibutuhkan keberanian yang sangat luar biasa. Dibalik keindahannya, pantai dan gua Karangbolong ternyata terdapat orang-orang yang mencari nafkah dengan taruhan nyawa.
Umumnya para pengunduh merupakan warga sekitar yaitu warga desa Karangbolong. Mereka harus berani menghadapi resiko, mereka bisa saja tercebur ke dalam ombak pantai. Para pengunduh harus bergelantungan mengais sarang burung dari sela-sela bibir gua karang. Sampai saat ini banyak para pengunduh yang nasibnya tidak jelas dan banyak yang sudah berpuluh-puluh menjadi pengunduh masih menjadi tenaga honorer.
b.      Perkembangan ritual sebelum pengunduhan sarang walet gua Karangbolong sebagai kegiatan atraksi wisata
  Sarang burung walet di gua Karangbolong terletak di tebing terjal berbatasan dengan laut lepas. Lokasi gua yang berada di bibir pantai sangat beresiko bagi yang mau memanen sarang burung. Oleh karena itu, biasanya sebelum panen masyarakat sekitar mengadakan upacara adat panen sarang burung walet yang biasanya diadakan di desa Karangbolong. Menurut kepercayaan warga setempat sarang burung walet tersebut adalah milik Nyi Loro Kidul. Jadi agar pemanenan lancar dan selamat harus dilakukan rangkaian ritual adat yang intinya sebagai upacara keselamatan. Sesaji-sesaji disiapkan dan di bibir gua pantai Karang bolong disiapkan juga pergelaran wayang kulit beserta peralatan gamelannya. Setelah lengkap dalang memulai dengan membaca mantra sebagai pembuka upacara. Dia meminta izin kepada penguasa laut kidul dan pengikutnya untuk keselamatan acara panen sarang burung walet keesokan harinya.
Pemerintah kurang memperhatikan potensi ritual sebelum pengunduhan sarang burung walet ini. Padahal ritual yang unik tersebut dapat menjadi magnet bagi wisatawan untuk berkunjung, yang tentunya akan memberikan manfaat tersendiri bagi masyarakat. Selain itu, belum tersedianya pengetahuan dan informasi yang cukup, promosi atraksi wisata ini juga hanya dari mulut ke mulut dan belum dilakukan dalam skala yang luas. Diperlukan promosi dan penataan kegiatan yang baik, ritual tersebut dikemas menjadi satu event wisata sehingga banyak wisatawan tertarik berkunjung. Selain sebagai kegiatan wisata juga diharapkan manfaat-manfaat lain juga akan timbul. Perkembangan ritual sebelum pengunduhan sarang walet gua Karangbolong sebagai kegiatan atraksi wisata masih jauh dari harapan.
c.       Produksi Sarang Burung Walet Gua Karangbolong Terus Menurun.
Setiap tahunnya sarang burung walet yang diunduh dari gua Karangbolong mengalami penurunan. Berkah sarang walet ternyata tidak selamanya lancar dan stabil. Populasi burung walet yang berkurang berdampak pada hasil unduhan sarang burung walet yang ikut menurun.
Banyaknya kerusakan alam yang terjadi karena ulah tangan manusia menjadikan habitat asli burung walet terganggu. Hutan disekitar gua yang ditebang menyebabkan pakan alami burung walet berkurang dan suhu udara disekitar guapun berubah. Padahal burung walet hidup di habitat yang lembab dan suhunya dingin. Selain itu, juga pengaruh iklim yang kurang baik.
          Pendapatan dari pengunduhan sarang burung walet tidak sebanding dengan biaya proses pengunduhan. Pengunduhan yang terus menerus menimbulkan decline. Kerugiannya tentu bagi masyarakat sekitar yaitu para pekerja pengunduh walet. Seharusnya pemerintah tanggap terhadap kerusakan ekosistem walet yang nyaris punah ini.
d.      Meningkatkan Kualitas dan Produksi Sarang Walet di Gua Karangbolong Berazaz Kelestarian
Salah satu prinsip dalam Tri Upaya Walet adalah menerapkan metode panen yang berwawasan regenerasi. Metode ini dilakukan dengan terencana dan berdasarkan azas kelestarian serta keseimbangan. Pemanenan sarang walet jangan sampai menyebabkan populasi walet berkurang dan harus memperhatikan keseimbangan antara populasi walet dengan daya dukung makanan di sekitar tempat tinggalnya.
Apabila pengelolaan burung walet dan habitatnya dilaksanakan secara intensif dan berdasarkan azas kelestarian, maka hasil guna burung tersebut dapat lebih dirasakan bukan hanya bagi pemerintah tetapi tentunya bagi para pengunduh sarang burung walet serta masyarakat sekitar.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Sarang burung walet gua Karangbolong merupakan komoditi andalan kabupaten Kebumen. Keberadaannya sudah tersohor sejak abad ke-17. Burung walet merupakan komponen yang sangat berguna bagi pembangunan ekonomi kerakyatan. Oleh karena itu, harus dikelola dengan mengedepankan kearifan lokal. Pemanenan sarang burung walet dilakukan secara periodik dan ritual panen harus dilakukan sebelum pengunduhan. Pekerjaan menjadi pengunduh sarang burung walet merupakan pekerjaan yang sangat berbahaya dengan nyawa sebagai taruhannya, tapi kebanyakan sekarang nasib para pengunduh tidak semuanya mujur. Untuk itu, pemerintah harus lebih memberi perhatian lebih pada mereka yang telah berjuang dengan tangan-tangan mereka yang kuat, dengan keberanian yang sungguh luar biasa.
Selain masalah para sikep yang pendapatannya masih dibilang sangat sedikit, masalah populasi burung walet juga perlu perhatian. Mengingat produksi yang setiap tahunnya menurun maka diperlukan solusi nyata untuk menjaga dan merawat alam. Akhirnya, semuanya adalah tanggung jawab kita semua untuk menjaga agar walet di Kebumen tetap berjaya dan lestari. Karena jika tidak, bisa saja suatu saat nanti logo Kebumen yang tadinya burung walet akan diganti mengingat walet yang menjadi kebanggaan warga Kebumen tinggal kenangan saja.
DAFTAR PUSTAKA
Adiwibawa, Eka. 2009, Meningkatkan Kualitas Sarang Walet, Cetakan ke-1, Penerbit Kanisius, Yogyakarta.

Harsasi, Maya. “Penurunan Walet di Kebumen, www.suaramerdeka.com, diakses pada Minggu, 13 Oktober 2013. 

Marzuki, Achmad Fatich dkk. 2005, Meningkatkan Produksi Sarang Burung Walet Berazas Kelestarian, Cetakan ke-7, Penebar Swadaya, Jakarta.

Setiawan, Wawan. “Khasiat Sarang Burung Walet bagi Kesehatan”, www.carabadansehat.blogspot.com, diakses pada Senin, 28 Oktober 2013.

Tulus, Wayan. “Sarang Burung Walet Tingkatkan Kekebalan, www.wayantulus.com, diakses pada Senin, 28 Oktober 2013.

Yachya, Rahdian. “Mengenal Karakteristik Burung Walet”, www.dheanbj.com, diakses pada Sabtu, 12 Oktober 2013.